Home Gaya Hidup Kaos Galgil, Salah Satu Identitas Orang Tegal

Kaos Galgil, Salah Satu Identitas Orang Tegal

4197
1
Kaos GalGil tegal sampai Madinah

Berawal dari ide-ide sekumpulan anak-anak yang aktif di Tegal Cyber Community (http://tegalcyber.org) atau biasa disingkat TCC, yang awalnya cuma ndopok (ngobrol) di salah satu forum. Dalam sebuah obrolan santai antara beberapa anak muda, mereka berkhayal, bagaimana kalau Tegal bisa punya kaos seperti Joger di Bali dan Dagadu di Jogja. Akhirnya dengan modal nekat dan semangat, dicobalah dengan membuat sebuah desain hanya menggunakan photoshop. 

Selama ini, banyak orang Tegal yang malu dan kurang bangga dengan daerahnya sendiri. Beberapa orang Tegal di perantauan bahkan tidak ingin diketahui kalau dirinya berasal dari Tegal. Dengan latar belakang inilah, Zaky berpikir bagaimana caranya supaya gak malu jadi orang Tegal, akhirnya munculah ide membuat desain “Aja Isin Dadi Wong Tegal” – (Jangan Malu Jadi Orang Tegal). Terus muncul ide-ide lainnya seperti “Back to Tegal, Aja Klalen”, “Say Moh to Ciu”, “Kalong Bengi go Awan – Awan go Bengi”, “Moci Sadja 0% Alkohol 100% Nikmat”, dan masih banyak desain lainnya yang sekarang sudah tercetak di ribuan kaos Galgil sejak Agustus 2010.

Terhitung pada tahun 2010 hingga 2011, kaos Galgil telah terjual hingga seribu kaos lebih. Di tahun berikutnya, 2011-2012 kaos Galgil mampu menjual sampai dua kali lipat tahun sebelumnya. Dari awal berdiri sampai april 2015, terhitung sudah belasan ribu kaos yang terjual. Peningkatan omset penjualan kaos Galgil dari tahun ke tahun kian meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa kaos Galgil semakin dikenal dan diterima masyarakat.

Ahmad Zaky dan Dwi Itong - beberapa founder kaos GalGil
Dwi Itong dan Ahmad Zaky – para founder kaos GalGil

Menurut survey yang dilakukan Budi Mulyawan, pada penelitian tugas akhirnya saat menjadi mahasiswa UI tahun 2010, pembeli kaos Galgil sebagian besar adalah orang Tegal yang berada di perantauan. Inilah salah satu keunikan orang Tegal, yakni manjadi kaum urban. Mereka yang telah menjadi perantau, bahkan ada yang sampai ke luar negeri, pasti kangen dengan kota kelahiranya Tegal. Mungkin inilah yang menjadi alasan para pembeli kaos Tegal, ditambah keinginan untuk menonjolkan identitas ke-Tegalan-nya di daerah rantau.

Berbagai warna yang ada di Tegal, dari sisi positif maupun negatifnya memberi kesan bahwa Tegal memang sangat berbeda dengan kota lainnya. Menurut Afif, founder Galgil lainnya, menjelaskan, kenapa tegal dinilai sebagai daerah yang ngangeni lan mbetahi? Jawabannya adalah karena warga Tegal merupakan pelaku imigrasi yang sangat luwes.

Meski sukses di negeri orang, mereka akan kangen dengan kampung halaman. Ada semacam kepercayaan pada masyarakat Tegal bahwa merantau adlah salah satu kunci keberhasilan dan bisa dibuktikan dikampungnya. Menurutnya, hal tersebut berbeda dengan orang Minang yang memiliki motto Pergilah, jadilah orang ternama, jangan di kotamu. Beda dengan Tegal. Sekaya apapun merantau, mereka akan berkeinginan pulang kampung.

ora isin dadi wong tegal
Ora isin dadi wong tegal

Jika Bali dan Jogja sebagai tempat lahir Joger dan Dagadu dengan latar belakang pariwisatanya, maka Tegal sebagai tanah kelahiran kaos Galgil memiliki keunikan tersendiri. Tegal bukan lah kota pariwisata seperti Bali dan Jogja, melainkan daerah kaum urban yang sebagian masyarakatnya bekerja dan menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri. Kata Galgil itu sendiri memiliki makna berani yang dalam bahasa Tegalnya –kurang lebihnya-  petakilan, waninan, gemblidig, serta angas. Maksud dari makna tersebut bukan berarti bahwa kami berani dan suka  mencari masalah, tetapi kami mencoba mendeklarasikan serta mengikrarkan diri bahwa kami harus berani menjawab tantangan global serta berani terus berkreasi dan berinovasi.

Beragam tema yang mendasari latar belakang lahirnya Kaos Galgil dengan mengeluarkan produk pertamanya bertema “Aja Klalen, Back to Tegal” – (Jangan Lupa, Pulang ke tegal). Tema itu, menurut para foundernya, terilhami dari fenomena banyaknya orang Tegal di perantauan yang selalu kangen dan mudik ke kampung halaman.

Pada beberapa produk lanjutanya, Galgil juga menyoroti persoalan-persoalan kekinian, serta menyelinginya dengan pesan moral. Seperti saat menyikapi penangkapan teroris di Karanganyar, Kecamatan Dukuhturi, Galgil mengeluarkan kaos bertema “Sung Nyong Dudu Teroris” – (Sumpah Saya Bukan teroris).

sung nyong dudu teroris
Sung nyong dudu teroris

Kini, Kaos Galgil sudah dikenal menjadi salah satu cindera mata khas Tegal, sesuai dengan tujuan awal dibentuknya yaitu menjadi pusat oleh-oleh khas Tegalan serta sebagai representasi identitas bagi warga Tegal melalui kaos dan ide kreatif lainnya. Jadi para pelancong yang akan berkunjung ke Tegal tidak akan pulang dengan tangan hampa, karena sudah ada kaos Galgil yang siap menanti di kios-kiosnya. Berikut ini alamat kaos Galgil :

  1. GALGIL I – Jln. Lemah Duwur No 29, Adiwerna (Brug Abang ke selatan sekitar 50 meter) – Tegal
  2. GALGIL 2 – Jln Arjuna 91B Slerok (depan kantor kelurahan Slerok) Kota Tegal

Untuk pembelian secara online bisa kunjungi salah satu alamat berikut ini :

  • Website –  www.kaosgalgil.com
  • Facebook – Kaos Galgil  – www.fb.com/kaosgalgil
  • Twitter – @kaosgalgil
  • Instagram – @kaosgalgil
  • Pin BBM – 7D54198E
  • Whatsapp  – 08816510842
  • SMS – 085642556677

Inilah beberapa koleksi dari kaos Galgil

Man Draup
Man Draup
Jog Bae Nganti Butung
Jog Bae Nganti Butung
Tegal Food
Tegal Food

 

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here