Home fakta Tegal sebagai Tempat Pengasingan Sunan Amangkurat

Tegal sebagai Tempat Pengasingan Sunan Amangkurat

2423
0

Cerita-cerita tentang Tegal banyak mengemuka dan sangat dikenal ketika Amangkurat I meninggal dan dimakamkan di Tegal.

Amangkurat I yang terkenal sebagai Amangkurat Tegalwangi, merupakan raja Mataram yang ke 4, setelah Sultan Agung, Sunan Mataram ini bukanlah anak tertua dari ayahnya, Sultan Agung, melainkan anak yang kesepuluh. Tetapi ia anak kedua dari permaisuri kedua, Raden Ayu Wetan. Permaisuri yang pertama bernama Kanjeng Ratu Kulon atau dikenal dengan nama Ratu Emas Tinumpak. Tetapi setelah melahirkan putranya, Raden Mas Sahwawrat, diusir dari Keraton dengan alasan yang tidak jelas. Setelah itu tempatnya diisi oleh permaisuri yang kedua.

Asal-usul permaisuri pertama tidak disebutkan, sedang permaisuri kedua diketahui. Ia seorang putri keturunan Kerajaan Batang, Tetapi Van Goes memastikan sebagai putri kerajaan Cirebon (De Graaf. 1961, hlm 1).

Sejak awal pengangkatan Amangkurat I menjadi raja Mataram, para pendukung Sultan Agung kecewa. Amangkurat I banyak membunuh keluarga istana yang menjadi korban kekuasaannya karena berani mengkritisi tingkahnya. Adiknya sendiri, Pangeran Alit, dan Bupati Madura, Cakraningrat I serta empat puluh tiga orang selirnya sendiri dibunuh tanpa penyelidikan atas kesalahan-kesalahan mereka. Pembunuhan terhadap keempat puluh tiga selirnya itu berawal dari kematian salah satu selir kesayangannya yang cantik, Ratu Malang. Kematian Ratu Malang itu diduga karena diracun oleh keempat puluh tiga selirnya. Amangkurat I juga membunuh para ulama yang diduga mendukung Pangeran Alit.

Tindakan Amangkurat memicu timbulnya reaksi keras dari seluruh rakyat. Dalam suasana keruh itu, banyak orang mengambil kesempatan untuk memancing kemarahan raja. Mereka adalah orang-orang yang berada di lingkungan dekat sang raja, yang masih menyimpan dendam pada keturunan dinasti Demak dan para ulama Giri Kedaton di Gresik.

Makam Amangkurat I - Makam raja Mataram Amangkurat I yang meninggal tanggal 12 Juli 1677 di Tegalwangi, Tegal
Makam Amangkurat I – Makam raja Mataram Amangkurat I yang meninggal tanggal 12 Juli 1677 di Tegalwangi, Tegal

Suatu tindakan bodoh adalah Amangkurat I memberi kesempatan Kompeni Belanda untuk mendukung kekuasaanya sebagai Raja Jawa. Pada awal kekuasaannya (1646-1677) mengakui kedaulatan Kompeni di Batavia, dengan kompensasi Mataram boleh berdagang secara bebas kecuali di Ternate, Ambon, dan Banda. Sejak itu, Mataram dibatasi kegiatannya dalam perdagangan, sedangkan Belanda dapat bergerak dengan leluasa dalam perdagangan.

Sikap tidak suka terhadap tindakan raja, tidak saja datang dari pihak luar istana, putra mahkota Pangeran Adipati Anom sangat tidak menyukai tindakan ayahnya. Putra Mahkota kemudian bersekutu dengan Pangeran Trunajaya dari Madura, Kraeng Galengsong pemimpin pasukan Bugis, dan Pangeran Giri dari Gresik, untuk mengadakan perlawanan. Maka muncullah pemberontakan Trunajaya.

Baca selanjutnya : Tegalwangi, Tempat yang Diwasiatkan Amangkurat I

Sumber : Tegal Stad – Evolusi Sebuah Kota, Yono Daryono dkk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here