Home Sejarah Tegal, Era Pendudukan Jepang

Tegal, Era Pendudukan Jepang

2524
0
Pendudukan Jepang di tegal, Indonesia

Di Tegal, setelah Jepang mendarat, maka pemerintahan di dalam kota diserahkan kepada pemerintahan kota. Mr. M. Besar yang tadinya menjabat advocaat dan procureer  di Tegal diangkat menjadi Kepala Kota (Sityoo). Kemudian ia diganti oleh R. Sungeb Reksoatmodjo, yang tadinya menjabat Patih Pekalongan. Waktu Jepang di Tegal yang menjabat  Bupati RT Slamet Kartonegoro, tahun 1942 diganti dan yang ditunjuk Mr. Moh. Besar yang semula menjabat Walikota. Setelah Mr. M. Besar diangkat menjadi Fuku Syutyoo  (wakil Residen) di Pekalongan, maka R. Soenarjo menjadi Bupati Tegal.

Beberapa ketentuan masa pendudukan Jepang mulai dipraktekkan:
1. Semua peraturan perundang-undangan yang berlaku semasa pemerintahan Hindia Belanda tidak berlaku. Oleh Jepang diberlakukan Osamu Serei, semacam peraturan pemerintah.
2. Berdasarkan Osamu Serei  Nomor 13 Tahun 2603 (1942 M) Stads Gemeente Tegal diubah menjadi Tegal Si. Kepala daerah Tegal Si adalah Si Tyo, dipercayakan kepada Mr. M. Besar Martokusumo.
3. Wilayah Tegal Si  adalah wilayah Kotamadya Dati II Tegal (sebelum diperluas 1986), terbagi dalam 10 desa dengan 1 (satu) kecamatan yang dinamai San Tyo . Desa dikepali seorang Kepala Desa yang dinamai Ku Tyo. Misalnya Desa Randugunting dinamai Randugunting Ku. Di masing-masing desa dibentuk kelompok lingkungan masyarakat RT Tonari Kumi dengan pimpinan kelompok RT Tonari Kumityo. Beberapa RT dikoordinir seorang Astyo.
4. Sifat pemerintah adalah bersifat otonom. Peraturan Daerah (ZoorciI) dapat berlaku setelah disahkan oleh Siu Tyo (Gubernur).

Mr. M. Besar Martokusumo di samping sebagai Ti Tyo merangkap sebagai Ken tyo (Kabupaten tegal). Pada tahun 1943 Mr. M. Besar Martokusumo dikukuhkan sebagai Si Tyo, jabatan Ken Tyo dipercayakan kepada R Sungeb Reksoatmodjo, bekas Patih Pekalongan. Pada masa itu banyak pemuda-pemuda masuk kesatuan-kesatuan (organisasi pemuda).

Pada perusahaan dibentuk kesatuan pengamanan yang dinamai Keiboda, kesatuan pertahanan sipil Seinendan dan kesatuan sukarelawan Heibo dan PETA. Dengan disiplin yang keras membentuk mental bangsa yang berani dan tangguh dan melahirkan kepahlawanan yang patriotik.

Akhir Pemerintahan Jepang setelah tanggal 6 Agustus 1945 Hiroshima dibom atom dan pada tanggal 9 Agustus 1945 Nagasaki dibom atom pula, sehingga pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu.

Sumber : Tegal Stad – Evolusi Sebuah Kota, Yono Daryono dkk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here